Sumber Mata Air Panas Ajaib Lejja

Pemandian Air Panas Lejja merupakan sumber mata air panas alami dengan kadar belerang yang memadai tinggi yakni kurang lebih 1,5 persen.

Lokasinya yang berada di kawasan hutan lindung membuatnya punya pemandangan alam yang sejuk dan juga menenangkan.

Pemandian air panas ini sering dikunjungi wisatawan slot jepang yang berkunjung dari dalam maupun luar tempat lebih-lebih kadang keluar turis asing ikut berendam di kolam pemandiannya.

Pemandian Air Panas Lejja punya kurang lebih empat kolam, masing-masing kolamnya punya suhu dan kedalaman yang berbeda. Bahkan tersedia yang panasnya mencapai 60 derajat celsius.

Berikut uraian perihal Pemandian Air Panas Lejja yang berada di Soppeng:

Sejarah Pemandian Air Panas Lejja

Sebuah objek wisata alam umumnya menaruh sejarah dan kisah mistisnya sendiri, begitupun dengan Pemandian Air Panas Lejja.

Dulunya Pemandian Air Panas Lejja hanyalah sumber mata air panas alami biasa, dan diyakini sumber mata air panasnya berasal dari sebuah pohon tua yang berusia ratusan tahun.

Yang diyakini sejak pernah bahwa air panasnya berkhasiat dan dapat mengobati beragam penyakit kulit dan juga dapat mendatangkan keberuntungan.

Oleh dikarenakan itu, banyak pengunjung yang bernazar dekat sumber mata air tersebut. Dan kecuali nazarnya terkabul maka dia wajib menyembelih hewan ayam atau kambing di tempat tersebut.

Namun dikarenakan saat ini merupakan kawasan objek wisata, maka aktivitas tersebut dilarang dan digantikan dengan membiarkan hewan tersebut begitu saja.

Atau menggantinya dengan tempatkan telur ayam, daging sapi atau daging kambing dekat sumber mata air panas.

Lokasi Pemandian Air Panas Lejja dipercaya diijaga oleh makhluk gaib, kecuali tersedia pengunjung yang amat terlalu berlebih diyakini dapat kesurupan.

Selain itu berkembang pula sebuah mitos perihal sumur dan pohon jodoh, yang dipercaya kecuali menggantungkan botol plastik atau kaleng yang udah diisi air dan menghampiri sumur jodoh bersama dengan pasangan dapat mengikatkan janji perjodohan.

Hal tersebut merupakan sebuah keyakinan yang berkembang dari mulut ke mulut dalam selagi yang memadai lama. Tugas kita hanyalah menghormati apa yang udah tersedia dan menghargainya sebagai sebuah kisah sejarah dan mitos.

Leave a Comment

Your email address will not be published.